Posts

Showing posts from September, 2021

Tidak Berwajah Ganda

Image
Rasulullah Saw bersabda: د ذو الوجهين في الدنيا ، ذو لسانين في النار »  "Orang yang berwajah dua di dunia, berlisan dua, berada dalam neraka." (Hr. Abu Dawud dan Ibnu Hibban) BERDASARKAN hadits di atas itulah, kaum 'arifin hanya memalingkan wajahnya kepada Allah Ta'ala. Tak ada dua wajah bagi kaum 'arifin. Dari rahasia ini pula, kaum 'arifin mengambil kesimpulan bahwa mereka tidak boleh mengambil dua guru Mursyid dalam thariqatnya. Mereka mengatakan, manakala dijumpai seorang Mursyid lebih kamil dan lebih utama dalam thariqat menuju Allah yang lebih benar dalam mengikuti jejak Rasulullah Saw, maka seorang murid harus berpegang pada Mursyid yang utama tadi. Bahkan para syeikh dan anak-anaknya sekalipun harus mengikuti jejak Mursyid yang utama tadi dalam thariqat. Hal ini merupakan bagian dari keagungan ma'rifat kepada Allah Ta'ala. Sumber : Menjelang Ma'rifat, Syeikh Ahmad Ar-Rifa'y

BERGANTUNGNYA KAUM 'ARIFIN DENGAN ALLAH SWT.

Image
BIBIR-BIBIR MEREKA senantiasa tersenyum kepadaNya. Mata mereka senantiasa memancar kepadaNya, Qalbu-qalbu mereka terus bergelayut kepada Allah Swt, hasrat mereka sinambung kepadaNya, rahasia batin mereka terus menerus memandangNya. Mereka melemparkan dosa-dosa mereka ke samudera taubat dan mereka menghamburkan kepatuhannya ke samudera anugerah. Mereka buang gerak gerik batinnya ke lautan Keagungan. Dan kehendak mereka terlempar ke lautan sucinya jiwa, bahkan hasrat mereka adalah samudera mahabbah. Di medan khidmah kepadaNya mereka berlalu lalang. Di bawah payung kemuliaan mereka saling merenda keindahan. Dan di taman rahmatNya mereka merambat, lalu mereka mencium aroma anugerah yang wangi. Mereka memandang dunia dengan mata perenungan, memandang akhirat dengan mata penantian, memandang nafsunya dengan mata hina, memandang taatnya dengan mata penuh kekurangan, bukan dengan mata merasa amal. Mereka memandang ampunan dengan mata kebutuhan, memandang ma'rifat dengan mata kegembiraan, m...

SEBAIK-BAIK PEKERTI: KAUM SHOLIHIN

Image
  SEBAIK-BAIK PEKERTI: KAUM SHOLIHIN YAHYA BIN MU'ADZ RA ditanya, "Bagaimana pekerti kaum 'arifin bisa menjadi elok wajahnya dan lebih kharismatik dibanding yang lain?"      "Karena mereka menyendiri bersama Allah penuh dengan kemesraan. Mereka mendekat kepada Allah Swt, menghadap total dan berangkat kepadaNya penuh kepatuhan. Maka Allah Swt memberikan pakaian cahaya ma'rifatNya kepada mereka yang di dalamNya mereka bicara dan bagiNya mereka beramal, dariNya mereka mencari, kepadaNya mereka bersukacita. Merekalah kaum istimewaNya (khawash) yang terdepan. Langkahnya dalam taat kepada Allah Swt tanpa sedikit pun bergantung pada lainNya dan mereka menasehati khalayak umum tanpa sedikit pun ada pamrih.      Mereka senantiasa merindu, kembali kepada Allah Swt qalbunya penuh rasa takut, jiwanya penuh rasa gentar, hati mereka adalah IstanaNya, akal mereka terselubungi, ruh mereka membubung luhur, dan semuanya terlindungi dengan hatinya dari fitnah manusia. ...

RUH MA'RIFAT

Image
  Ruh Ma'rifat Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah Saw, bersabda: «الإسلام عـلانية، والإيمان في القلب، والتقوى هـا هنا » "Islam itu jelas (lahiriah), dan Iman itu ada dalam qalbu, sedangkan Taqwa di sini." [Rasulullah Saw, mengulang sampai tiga kali sambil menunjuk dengan tangannya ke arah dada beliau. "Taqwa yang menetap di qalbu, lalu membuat iman menjadi kokoh, adalah ruh ma'rifat itu sendiri."] SAUDARAKU yang mulia! Sesungguhnya Allah Swt. menjadikan segalanya dengan kepastian, dan setiap kepastian itu ada batasan, dan setiap batasan ada sebabnya, setiap sebab ada waktunya, dan setiap waktu ada ketentuannya, setiap ketentuan ada perintah, setiap perintah ada makna, dan setiap makna ada benarnya, setiap yang benar ada kebenarannya, dan setiap kebenaran ada hakikatnya, setiap hakikat ada ahlinya, dan setiap ahlinya ada tandanya. Dengan tanda itu bisa diketahui siapa yang berbuat benar dan siapa yang berbuat batil. Setiap qalbu didudukkan di hamparan perwuju...

MA'RIFAT: POHON YANG INDAH

  MA'RIFAT: POHON YANG INDAH MENURUTKU, ma'rifat itu ibarat pohon yang sedang ditanam oleh sang raja dalam kebunnya, begitu mahal intisarinya, begitu rindang penuh buah cabang-cabangnya, begitu manis buah-buahnya, begitu ranum hijau dedaunannya, begitu tinggi pohonnya, indah tanahnya, segar airnya, wangi aromanya, dan pemiliknya sangat dermawan karena kemuliannya, dan bahagia karena elok bunga-bunganya. Pohon indah yang bisa menolak segala bencana dan menghadang segala cobaan. Begitu pula Pohon Ma'rifat, yang ditanam oleh Allah Swt. dalam ladang qalbu hambaNya yang beriman, Allah Swt. senantiasa menyiapkannya dengan kemuliaanNya dan setiap saat dikirimkan awan hujan anugerah dari perbendaharaan rahmat, lalu meneteslah tetesan hujan kemuliaan melaui petir Qudrat dan kilatan-kilatan kehendakNya, agar hati hamba bersih dari kotoran-kotoran pandangan terhadap prestasi ubudiyah. Lalu Allah Swt. mengirimkan indahnya kelembutan kasih sayang dari tirai pertolonganNya agar seseorang...

Kecerdasan Jiwa

  Kecerdasan Jiwa Rasulullah SAW. bersabda: «الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد المـؤت، والعاجـز من أتبع نفسه هواه وتمنى على الله » . "Orang yang cerdas adalah orang mengenal dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah (akalnya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan pada Allah".     MENGAMALKAN rahasia hadits ini, adalah ma'rifat itu sendiri. Memang ma'rifat tersebut adalah dari hamba, sedangkan pengenalan ma'rifat itu dari Rabb Ta'ala, yang merupakan petunjuk paling mulia dan paling agung, yang dihidayahkan kepada para hambaNya.    Karena Allah Swt. apabila berkehendak memilih hambaNya dan memberikan keutamaan dibanding hambaNya yang lain, menampakkan rahasia matahari ma'rifatNya, maka Allah Swt memandang hambaNya dengan Pandangan karunia dan rahmat, dan dibukakan pintu-pintu hidayah, lalu diberinya kehormatan untuk sadar, dibangkitkan dari tidurnya orang-orang alpa.    Allah memberi nikmat dan ...

Menjelang Ma'Rifat

  Jalan Iman Sang 'Arif Rasulullah Saw. Bersabda « ذاق طعم الإيمان ، من رضي بالله ربا، وبالإسلام ديناً ، وبالإسلام ديناً ، وبمحمد نبياً » "Orang yang bisa merasakan nikmatnya iman, adalah orang yang ridho kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad Saw: sebagai Nabi." ASA Iman itulah yang membangkitkan ridho tersebut. Ryan Ma'rifat Billah Ta'ala. Sedangkan ma'rifat ini merupakan Nur yang ditempatkan Allah Swt. dalam hati orang yang dicintai Nya dari para hambaNya, dan tidak ada yang lebih agung dibanding Nur tersebut. Sedangkan hakikat ma'rifat adalah hidupnya hati bersama Sang Penghidup:"Bukankah ia muti lalu Kami menghidupkannya?" "Agar ia memberi peringatan kepada orang yang (hatinya) hidup "Maka akan Kami hidupkan ia dengan kehidupan yang bagus," "Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila berseru hagi kehidupan bagimu." Siapa yang mati nafsunya, maka dunianya menjauh. Dan siapa yang mati hatinya...